3 Komponen Penting Dalam gedung walet yang Wajib Diperhatikan!
Keyword Support : rumah burung walet, komponen gedung walet, gedung walet ideal, gedung walet, ciri gedung walet komplit, komponen pendukung sarang walet, bangunan sarang walet, gedung walet produktif.
Dalam proses ternak Walet pasti Anda semua setuju bahwa hal pertama yang harus Anda siapkan matang-matang sebelum memutuskan untuk beternak burung walet adalah menyiapkan media tempat tinggal yang nyaman bagi burung walet. Media yang dimaksud tidak lain adalah gedung walet. Gedung walet merupakan penentu apakah usaha ternak walet Anda akan berhasil atau tidak. Jika burung walet tidak suka dengan gedung walet yang Anda buat, burung walet hanya akan menginap sebentar saja dalam gedung dan membuat gedung walet menjadi tidak produktif dalam menghasilkan sarang walet. Oleh karena itu dibutuhkan persiapan yang matang dalam memulai bisnis ternak sarang walet, terutama pada pembuatan gedung walet yang ideal.
Gedung walet ideal bagi burung walet
Idealnya gedung walet memiliki 1 pintu masuk untuk pemilik, lubang udara untuk pasokan oksigen, dan 1 jendela di bagian paling atas untuk jalan masuk burung walet. Sedangkan untuk tinggi, gedung walet biasanya terdiri dari minimal 2 sampai 5 lantai tergantung pada keinginan pemilik gedung. Selain ciri-ciri di atas, setidaknya ada 3 komponen yang harus diperhatikan dalam pembuatan gedung walet. Komponen tersebut antara lain adalah tingkat kelembaban dalam gedung walet, sirkulasi udara dalam gedung walet, dan Kebisingan lingkungan sekitar gedung walet.
1. Kelembaban dalam gedung
Dalam bisnis ternak walet sangat penting menjaga kelembaban di dalam gedung walet. Hal ini dikarenakan burung walet suka tempat dengan kondisi yang lembab seperti pada goa. Tempat yang lembab juga mendukung burung walet untuk lebih mudah memproduksi lebih banyak air liur dibandingkan tempat kering. Untuk membuat gedung walet menjadi lembab, Anda dapat membuat kolam di bagian paling bawah gedung walet yang diisi oleh air.
2. Sirkulasi udara dalam gedung
Hal yang tak kalah penting dijaga adalah sirkulasi udara dalam gedung walet. Ventilasi dalam gedung walet juga sangat penting mengingat perannya agar udara di dalam gedung dan di luar gedung dapat bertukar. Dengan pemasangan ventilasi dalam gedung, pasokan oksigen dalam gedung walet akan terjaga dan burung walet, terutama anakan walet, juga tidak mudah sakit.
Namun perlu diingat bahwa ventilasi dalam gedung walet tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu banyak, kelembaban di dalam gedung walet akan menghilang. Dengan gedung walet yang terlalu kering dapat menyebabkan produksi air liur walet menjadi berkurang sehingga mempengaruhi produktivitas gedung walet.
3. Kebisingan di sekitar gedung
Burung walet adalah salah satu burung yang habitat alaminya di tebing dekat dengan laut. Habitat walet biasanya di daerah yang luas, redup, dan jauh dari sinar matahari. Oleh karena itu burung walet biasanya tinggal di daerah goa yang sunyi dan jarang polusi suara. Maka pemilihan daerah pembangunan gedung walet harus jauh dari kebisingan atau keramaian karena hal tersebut bisa membuat burung walet tidak betah dalam gedung walet. Sebaiknya penempatan gedung walet berada di daerah yang jauh dari keramaian/pemukiman, contohnya dibangun berdekatan dengan ladang, sawah, perkebunan, danau, rawa, atau sungai.
3 komponen di atas wajib diperhatikan oleh para peternak sarang burung walet, karena 3 komponen tersebut merupakan bagian dari gedung walet ideal. Dengan memperhatikan 3 komponen tersebut maka produksi sarang walet akan meningkat seiring dengan banyaknya burung walet yang singgah ke dalam gedung walet.
